Daftar isi
Kejadian ini lebih sering dari yang orang kira. Sebuah usaha pasang iklan di Instagram atau Google, kliknya masuk, biaya per kliknya juga wajar, tapi yang chat hampir tidak ada. Teks iklan diganti. Target audiens diubah. Hasilnya tetap sama.
Lalu saya buka landing page-nya di HP biasa, pakai kuota, dan menunggu. Empat detik. Enam detik. Gambar besar di bagian atas masih muncul pelan-pelan. Orang yang klik sambil di angkot atau nongkrong di warung sudah lama pergi, padahal kliknya sudah dibayar.
Klik tetap dibayar, terbuka atau tidak#
Platform iklan menagih saat orang mengetuk iklan, bukan saat mereka melihat halaman Anda. Kalau halamannya kelamaan, pengunjung pergi dan tagihannya tetap jalan.
Beberapa tahun lalu Google merilis riset yang menunjukkan kemungkinan pengunjung HP langsung pergi naik 32% saat waktu muat halaman bertambah dari satu ke tiga detik. Di lima detik angkanya naik jauh lebih tinggi. Angka persisnya tidak perlu dihafal. Intinya, tiap detik tambahan membuang orang yang tadinya cukup tertarik untuk mengklik.
Di Google Ads, halaman lambat merugikan dua kali. Pengalaman di landing page ikut menentukan quality score, dan skor yang lebih rendah biasanya berarti biaya per klik lebih mahal untuk posisi yang sama.
"Di laptop saya cepat kok"#
Kebanyakan landing page disetujui setelah dicek di laptop pemilik usaha, pakai Wi-Fi kantor, dan halamannya sudah tersimpan di cache karena dibuka berkali-kali. Wajar kalau terasa cepat.
Pelanggan Anda membukanya di HP Android kelas menengah, dengan beberapa aplikasi lain menyala, pakai sinyal 4G yang turun tiap kali mereka bergerak. Halaman seberat 6 MB dengan setumpuk script rasanya beda sekali di kondisi itu.
Jadi cek dengan cara pelanggan Anda membuka. Pakai HP biasa, matikan Wi-Fi, lalu buka di tab samaran supaya cache tidak ikut membantu.
Penyebab landing page lambat#
Sudah cukup banyak landing page lambat yang saya periksa, dan penyebabnya hampir selalu yang itu-itu saja.
Gambar yang kebesaran#
Ini paling sering, jauh di atas yang lain. Foto langsung dari kamera atau situs stok bisa 3 sampai 5 MB. Untuk tampil di layar HP, cukup sekitar 150 KB. Mengecilkan gambar sesuai ukuran tampilnya dan menyimpannya sebagai WebP atau AVIF sering kali memangkas berat halaman lebih dari separuh.
Slider dan video di bagian atas#
Slider yang berputar sendiri atau video latar di layar pertama memang terlihat keren di desain. Di HP, artinya pengunjung harus mengunduh beberapa file besar sebelum melihat apa pun yang berguna. Satu gambar yang kuat dan judul yang jelas hampir selalu lebih efektif.
Terlalu banyak script#
Widget chat, dua alat analytics, heatmap, pixel untuk tiap platform iklan, popup, pemuat font. Masing-masing kecil, tapi kalau digabung bisa menahan halaman beberapa detik. Tracking itu penting, tapi bisa dimuat setelah pengunjung melihat halamannya.
Page builder dan tema yang berat#
Sebagian tema page builder memuat semua fiturnya di setiap halaman, dipakai atau tidak. Landing page satu penawaran akhirnya ikut mengirim kode untuk slider, toko, dan form yang tidak pernah terlihat.
Font#
Empat jenis font dengan enam ketebalan masing-masing itu banyak sekali unduhan hanya untuk menampilkan judul. Dua jenis font dengan dua atau tiga ketebalan sudah lebih dari cukup.
Core Web Vitals dalam bahasa sehari-hari#
Google mengukur pengalaman halaman dengan tiga angka yang disebut Core Web Vitals. Angkanya bisa Anda lihat di PageSpeed Insights.
LCP (Largest Contentful Paint) adalah berapa lama sampai elemen terbesar di layar pertama muncul, biasanya gambar utama atau judul. Target Google di bawah 2,5 detik.
INP (Interaction to Next Paint) adalah seberapa cepat halaman merespons saat tombol diketuk. Di bawah 200 milidetik dianggap baik.
CLS (Cumulative Layout Shift) adalah seberapa banyak isi halaman bergeser selama loading. Pasti pernah mengalami: mau mengetuk tombol WhatsApp, tombolnya pindah karena gambar di atasnya baru selesai dimuat. Makin kecil makin baik, targetnya di bawah 0,1.
Kalau landing page Anda gagal di LCP versi mobile, biasanya itu yang paling layak dibenahi duluan sebelum beriklan.
Cara mengecek halaman Anda sendiri#
Buka PageSpeed Insights, tempel URL landing page Anda, lalu lihat tab Seluler, bukan Desktop.
Kalau website Anda cukup ramai, bagian paling atas menampilkan data nyata dari pengguna Chrome. Itu angka paling jujur yang bisa Anda dapat. Di bawahnya ada tes lab yang berguna untuk mencari penyebab. Daftar sarannya, misalnya "Ubah ukuran gambar dengan benar" atau "Kurangi JavaScript yang tidak digunakan", menunjukkan kira-kira beban halaman ada di mana.
Tidak perlu mengejar skor 100. Skor di atas 90 di mobile dengan Core Web Vitals lolos itu sudah sangat bagus. Naik dari 40 ke 85 jauh lebih berpengaruh ke hasil iklan daripada dari 92 ke 99.
Cek singkat sebelum mengeluarkan uang untuk iklan#
Buka halaman di HP kelas menengah pakai kuota. Apakah pesan utamanya muncul dalam sekitar dua detik?
Apakah bagian atasnya satu gambar yang sudah dikompres, bukan slider atau video?
Apakah tombol WhatsApp atau kontak terlihat tanpa perlu scroll, dan tidak bergeser saat halaman dimuat?
Apakah analytics dan pixel dimuat setelah isi halaman, bukan sebelumnya?
Apakah PageSpeed Insights versi seluler lolos di LCP dan CLS?
Apakah halamannya punya satu penawaran yang jelas, bukan lima?
Poin terakhir sebenarnya bukan soal kecepatan, tapi idenya sama. Anda sudah membayar supaya orang sampai ke halaman itu. Jangan buat mereka bingung harus melakukan apa.
Cara saya membuatnya#
Landing page yang saya buat berupa halaman statis. Halamannya sudah jadi sebelum dibuka dan dikirim lewat CDN. Gambarnya diukur untuk HP, fontnya paling banyak dua, dan tracking (GA4 dan Meta Pixel, yang saya pasang gratis) baru dimuat setelah halaman bisa dipakai. Tombol WhatsApp ada di layar pertama, lengkap dengan pesan pembuka otomatis supaya calon pembeli tidak bingung mau mengetik apa.
Tidak ada yang ajaib di situ. Sebagian besar cuma soal berani menolak hal-hal yang cantik di desain tapi membuang uang saat kampanye berjalan.
Kalau iklan Anda mengarah ke halaman yang terasa lambat, kirim link-nya ke WhatsApp saya. Saya kasih tahu dengan jujur apakah perlu dibuat ulang atau cukup dibenahi sedikit.
Butuh sistem atau website seperti ini?
Saya merancang dan membangun website cepat, sistem internal, dan otomasi untuk bisnis dan instansi. Harga pasti dan komunikasi langsung.
